Alasan kenapa Harapan terkadang tak sesuai dengan Realitas

Spread the love

Hari masih pagi ketika saya terbangun, ditemani dengan sepinya jalanan depan rumah. Matahari agak meninggi beberapa derajat dimana intensitas cahayanya masih kurang dari 50%. Keheningan langka dimana hanya bisa didapat dihari sabtu dan hari libur.

Terkadang tempat tidur menjadi penggoda yang memiliki pengaruh tinggi dihari libur. Mandi bukanlah prioritas utama. Di hari libur, sarapan pagilah yang menjadi prioritas utama. Ditemani kopi dan laptop saya mulai mentjari bahan untuk blogging.

Belum ada inspirasi untuk beberapa saat, sampai pada akhir kopi habis.
Namun akhirnya inspirasi dengan baiknya dia mendatangi saya memberikan wejangan-wejangan bertemakan Action VS Planning. Hal klasik yang mungkin ingin saya jabarkan dengan cara yang berbeda.

Terkadang teori Action VS Planning ini adalah sesuatu yang membosankan dengan adanya fakta berikut:

“Hidup itu cuma sekali, biarkan mengalir dan nikmati saja bro!”

Dari pasal ini terciptalah generasi-generasi gembira dimuka bumi. Dimana hiburan menjadi komoditi yang diperebutkan. Baik itu gratis maupun berbayar.

Namun ternyata ada mahzab lain yang membantah teori ini, dengan fakta sebagai berikut:

“Karena hidup cuma sekali, maka buatlah extraordinary. Hidup ini cepat sekali Mamen!”

Dari pasal ini terciptalah generasi-generasi dengan produktivitas tinggi. Yang dengan sadarnya segera me-redesign their life. Dengan berawal ingin menjadi Apa, seperti Apa, dan Bagaimana dia mencapainya.

Ok, Cukup sudah pembukaannya. Kali ini saya akan membahas mahzab kedua. Dimana spesifik dalam hal strategi yang menyangkut Korelasi antara Action VS Planning.

Manusia itu terbagi menjadi empat:

a. Strong Action Less Planner -> Banyak ativitas, kadang dibilang hiperaktif. Namun masih sedikit Goal Setting. Terkadang hal yang tidak efektif juga dikerjain.

b. Strong Planner Less action -> Memiliki pola pikir jenius untuk mendesign kehidupan yang lebih baik. Tapi kadang tidak semua terealisasi.

c. Less Planner Less Action -> Hidup tanpa perencanaan, terjebak dalam rutinitas. Terkadang hidup mengalir apa adanya. Kadang mengalir ke laut ya ikut aja.

d. Strong Planner Strong Action -> The Real Hero
Dalam 24 jam, presiden bisa mengatur negara
Dalam 24 jam, pengusaha bisa memanage 10.000 karyawan
Dalam 24 jam, Blogger mendapat puluhan juta 😀
Dalam 24 jam, blogger tidak dapat apa-apa

Kuadran terbaik: Strong Planner Strong Action

Mendesign hidup itu mungkin hanya sebentar. Terkadang hanya perlu 15 saja untuk merubah kehidupan. Silahkan baca postingan saya sebelumnya: 15 menit yang mengubah kehidupan.

Apakah dengan memiliki perencanaan ini itu akan membuat kita kurang bahagia? Tidak juga, Justru kebahagiaan itu juga merupakan salah satu Goal Seting dari perencanaan.

Justru yang mengurangi kebahagiaan, dikala kita menyadari tidak memiliki pencapaian apa-apa dalam kehidupan.

“Kalaupun Harapan terkadang tidak sesuai dengan Realitas, Bisa jadi karena kita tidak benar-benar merencanakannya. Ataupun kalau sudah direncanakan, bisa jadi kita kurang gigih dalam meng-Actionkannya.” -www.catatanpagi.com-

Ada yang mau menambahkan? Silahkan komen dikolom komentar

2 Comments


  1. Yang paling penting sih kita harus optimis dalam menggapai harapan,kemudian kita harus bersungguh-sungguh,dan terakhir kita harus tawakal.Karena semua harapan yang kita inginkan hanya tuhan yang dapat mengabulkan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.