Berapa lama usia yang anda inginkan?

 

Ada pertanyaan menarik yang saya dapat tanpa sengaja beberapa waktu ini. Pertanyaan ini saya dapat saat menonton acara televisi yang membahas tentang waktu. Pertanyaannya adalah: jika anda boleh meminta, berapa lama usia yang anda inginkan? 60 tahun? 80 tahun? 100 tahun?

Pertanyaan ini amat menggelitik namun serius untuk dipahami. Sebuah konsep keterbatasan hidup manusia di muka bumi. Manusia mungkin berharap akan berumur panjang. Tetapi seiring dengan bertambahnya usia yang makin menua, grafik produktifitas akan semakin menurun. Manusia semakin melemah dimasa tua.

Saya masih punya kakek yang berumur 82 tahun. Sebuah anugerah bisa memiliki umur lebih dari 82 tahun, yang saya anggap cukup panjang dari rata-rata manusia. Saya berpikir bahwa kondisi tersebut didukung oleh kondisi alam pedesaan yang sehat dan pola makan yang sehat pula. Tetapi tetap saja, usia lanjut tidak dapat menutupi kenyataan, pandangan mulai kabur, badan mulai melemah, dan berbagai penyakit mudah sekali datang.

Jika usia Anda sekarang antara 25 – 55 tahun, selamat! Inilah waktu Anda untuk memanfaatkan hidup sebaik mungkin. Waktu yang tepat untuk membuat prestasi dalam hidup. Waktu yang tepat untuk mengukir mimpi. Dimana peluang terbuka lebar di depan mata.

Namun, terkadang cita-cita dan ambisius berlebihan juga kurang baik. Karena manusia butuh keseimbangan dalam hidup. Perlu untuk menikmati hidup dan berbagi bersama keluarga, teman dan lingkungan sekitar.

Kembali lagi ke pertanyaan awal, jika kita boleh meminta, berapa umur yang anda inginkan? Mungkin ada orang yang menginginkan usia lebih dari 100 tahun, tapi dengan kondisi kesehatan yang bagaimana? Kita selalu berharap untuk selalu sehat, namun kondisi di usia lanjut tidak akan sama dengan kondisi di usia produktif.

Dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa:

  1. Hidup manusia itu terbatas. Maka rancanglah sebaik mungkin. Desainlah hidup semaksimal mungkin. Hidup yang nyaman itu hidup yang seimbang antara kebutuhan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Hanya mengejar salah satu diantaranya, mungkin akan mengorbankan yang lain.
  2. Waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali. Mungkin kita pernah mendengar istilah, uang hilang masih bisa di cari, namun waktu yang hilang tak dapat terganti. Sebuah pesan moral yang bagus, bahwa sebaiknya kita tidak melewatkannya waktu kecuali untuk sesuatu yang bermanfaat. Agar kita tidak melakukan pemborosan waktu untuk sesuatu yang tidak berguna.
  3. Menyadari bahwa manusia bisa meninggal kapan saja tanpa menungggu tua. Sebuah pil pahit yang mungkin sering dilupakan oleh manusia. Sesuatu yang kadang tabu untuk dibahas dalam kehidupan sehari-hari. Dan kadang manusia sering menghindar dari fakta tersebut. Disitulah waktu dimana segala apa yang menjadi ambisi manusia akan terhenti dan tidak berguna lagi. Tapi semua itu tidak akan menjadi masalah untuk orang-orang yang percaya dengan hidup sesudah mati, dan mempersiapkan hidup sesudah mati.

Waktu berjalan begitu cepat, hari demi hari, tahun demi tahun. Bahkan tanpa kita sadari umur kita selalu bertambah setiap detik. Mari kita tanya pada diri kita, apakah keterbatasan waktu dalam hidup ini sudah membuat kita bahagia? Bahagia karena kita mengerti konsep waktu dan merencanakannya dengan baik?

Bila keterbatasan waktu membuat kita hilang optimisme dalam hidup, bisa jadi saat ini hidup kita mengalir begitu saja tanpa ada perencanaan dalam hidup.

Ada yang mau menambahkan? Silahkan komen di kolom komentar 😀

One Response

  1. Safruz Zamal January 17, 2016

Leave a Reply