Cara membaca pikiran dengan mudah

 

Membaca pikiran itu mudah. Ini serius. Dengan beberapa syarat tentunya. Mungkin anda membayangkan membaca pikiran disini adalah mengetahui dengan jelas apa yang ada di dalam pikiran orang lain. Mungkin kita tidak bisa 100% akurat membaca pikiran orang, tapi kita bisa mengetahui dari ekspresi dan bahasa tubuh seseorang.Ok, mungkin ini terdengar seperti kurang kerjaan. Pernahkah Anda dengan sengaja memperhatikan dan mempelajari bahasa tubuh orang lain dengan sengaja? Saya pernah melakukannya, dan hasilnya cukup menarik. Kita bisa dengan mudah membedakan bahasa tubuh seseorang yang merasa senang, sedih bingung, banyak pikiran, santai, bahkan mencurigakan.

Bahasa tubuh orang yang sedang bingung dapat dengan mudah terdeteksi, dari kata-kata defensif, nafas tidak teratur, mudah emosi, dan terkadang fokus menurun drastis. Banyak sekali orang yang sedang berada dibawah tekanan emosi menjadi sasaran kriminal, baik itu penipuan maupun hipnotis.

OK. Mungkin kali ini kita tidak akan membahas terlalu dalam masalah kriminalitas. Kali ini kita ingin dapat membaca pikiran orang (lawan bicara kita) untuk menciptakan komunikasi yang nyaman dan positif.

Untuk apa?

  • Untuk mengetahui bahwa lawan bicara tertarik pada kita
  • Mengetahui bahwa lawan bicara sudah mulai bosan
  • Mengetahui indikasi kejahatan yang akan dilakukan oleh orang yang baru kita kenal
  • Mengetahui apakah kata-kata kita dapat mempengaruhi orang lain

Ok, mungkin masih banyak lagi keuntungan dengan mempelajari bahasa tubuh orang lain. Kata-kata mungkin bisa dimanipulasi, tapi bahasa tubuh akan terlihat lebih akurat. Banyak orang tidak pandai menyembunyikan ekspresi sebenarnya dilihat dari bahasa tubuhnya.

Apakah membaca pikiran dari bahasa tubuh itu akurat?

Mari kita ingat komposisi 3 faktor dalam komunikasi:

  • Perkataan: 7%
  • Nada suara: 38%
  • Bahasa tubuh: 55%

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa dengan mempelajari bahasa tubuh, kita sudah bisa menangkap 55% dari maksud dan tujuan lawan bicara. Selebihnya adalah nada suara dan perkataan. Pernah menonton film bisu? (misal: charlie chaplin). Film ini adalah contoh kongkrit bahwa kita bisa lebih memahami bahasa tubuh dari gerak-gerik manusia.

Namun hati-hati, dalam kasus tertentu bahasa tubuh bisa akurat untuk peran berikut:

  • Aktor
  • Politikus
  • Kebiasaan
Hati-hati dengan aktor

Hati-hati dengan aktor

Berhati-hatilah dengan orang yang memiliki kemampuan akting, karena mereka pandai menjiwai ekspresi bahasa tubuh tertentu, sehingga bisa bahasa tubuh bisa dimanipulasi. Begitu juga dengan politikus yang sudah memahami secara menyeluruh teknik komunikasi dan bahasa tubuh.

Kasus lainnya misalnya faktor kebiasaan. sering mengedipkan mata sebelah berulang-ulang mungkin secara awam bisa dianggap tidak sopan, lain cerita bisa orang yang sering berkedip tersebut memiliki kelainan pada mata yang membuatnya seperti tu.

Bagaimana cara membaca pikiran orang dengan mudah:

Pertama, beri kesan pertama yang menyenangkan. Biasakan memngawali pembicaaraan dengan senyuman. Senyuman ini ajaib dan bisa menular. Secara bawah sadar orang lain akan membalas senyuman baik itu dengan tulus atau dengan sedikit dipaksakan.

Awasi gerak mata. Fokus seseorang bisa dilihat dari mata. Pernah mendengar istilah bahwa mata itu jendela hati? Dari mata kita bisa lebih mudah mempelajari fokus seseorang. Namun lakukan dengan natural, tidak seperti orang yang memandang dengan tajam.

Read emotion through the eyes

Read emotion through the eyes

Berikan umpan. Ada kelebihan bila kita terbiasa menjadi starter dalam pembicaraan, selain memberi kesan positif, hal ini juga memberi kesan bahwa kita lebih luwes dan berpikiran terbuka.  Memang sulit membuka pembicaraan, namun anda bisa membuat starter list pembicaraan yang lebih general, Misal mengomentari cuaca, lalu lintas, menanyakan kondisi seseorang (orang lebih suka dirinya diperhatikan).

Perhatikan nada bicara dan gerak tubuh. Parameter diri anda menarik adalah ketika lawan bicara terlihat antusias berbicara dengan Anda. Kenali indikasi bahwa lawan bicara mulai merasa “nyaman” bicara dengan Anda. Dari sini kita dapat dapat dengan mudah membaca karakter orang: arogan, supel, angkuh, friendly, manipulatif, jujur, tulus, dan banyak lagi ekspresi bahasa tubub yang dapat kita gali.

Studi kasus: Waspadalah dengan orang yang baru Anda kenal

(Real Story) Disuatu sore saya menunggu diruang tunggu rumah sakit, tiba-tiba ada orang dengan meminta tolong secara halus “meminjam uang anda” dengan kompensasi menggadaikan handphone yang dia punya kepada saya. Apa yang akan anda lakukan bila diposisi saya?

Waktu itu saya bertanya untuk apa? Ia menjawab untuk membeli obat. Tidak terlalu mahal yang diminta, hanya 80ribu rupiah. Ok, rumah sakit kadang menjadi tempat orang yang putus asa dan kebingungan, Namun disisi lain bisa di jadikan orang jahat untuk menipu.

Dengan itikad baik saya menawarkan untuk membayarkan dikasir dengan kartu debet saya. Tanpa diduga ia menolak, dia berkata ingin membeli online dengan alasan lebih murah.

Maka saya menjawab, maaf saya tidak ada uang cash, namun sepertinya ia tidak percaya.

Keheningan terjadi beberapa saat, dan ia menurunkan penawaran menjadi 50ribu saja, namun saya tetap menjawab bahwa saya tidak membawa uang cash. Langkah berikutnya saya mencoba menatap mata dia lebih dalam untuk mengekplorasi yang ada dalam pikirannya.

Waktunya memberi umpan. Saya beri umpan dengan pertanyaan: Siapa yang sakit? sakit apa? Sudah berapa lama dirawat? Bekerja dimana?

Rupanya pertanyaan saya dijawab dengan tidak sigap dan terkesan menjawab seadanya. Dari situ saya mendeteksi ada yang tidak beres. Seandainya ia jujur maka ia akan berbicara otomatis sesuai dengan emosi yang sedang ia alami. Maka saya berkesimpulan: Hm,, Bad Actor.

Langkah selanjutnya saya mencari alasan berpindah tempat. Dan berapa menit berselang saya langsung terheran karena orang itu juga menghilang secepat kilat. Hm.. kenapa tidak mencoba meminta tolong kepada orang lain lagi di ruang tunggu tsb?

Seni berbicara adalah adalah seni berpikir logis.

Dari ekspresi dan bahasa tubuh kita bisa mengetahui maksud dan tujuan orang. Namun, bila orang tersebut adalah aktor yang ulung, maka logika yang bisa mendeteksi maksud sebenarnya.

Andaikata orang pada kasus diatas bilang bahwa saya tidak logis, dengan mengatakan tidak ada uang padahal bisa mengambil di ATM terdekat, maka saya juga mengatakan dia juga tidak logis, bahwa dia juga sebenarnya bisa menggadaikan handphone di konter jual beli HP terdekat. Apalagi hanya untuk mendapat uang gadai sebesar 50 ribu 😀

Leave a Reply