Dua sifat manusia perusak kebahagiaan

Spread the love

 

Musim penghujan telah datang. Beberapa hari ini hujan mulai intens mengguyur daerah saya. Suatu hal yang sudah sekian lama ditungggu-tunggu. Padahal baru serasa kemarin musim penghujan berakhir.

Tapi kali ini saya tidak ingin terlalu banyak membahas tentang hujan. Saya ingin share tentang sifat dasar manusia, yang sangat-sangat mendasar: mudah berkeluh kesah dan tergesa-gesa.

Sebagai orang yang tinggal dikota besar, beberapa kali saya memperhatikan sifat manusia (yang cenderung) sangat reaktif. Senggol dikit marah, disalip kendaraan satu aja ngga mau terima, dikit-dikit meneriaki orang dengan kata-kata kasar.

Serasa hidup di zaman bangsa bar-bar. Bangsa bar-bar yang (agak) modern dilengkapi dengan gadget dan pakaian modis. Tenang, itu bukan kita, tapi “mereka”.

Terlalu miris rasanya saat saya melihat bapak-bapak yang dipukuli sampai jatuh oleh anak muda cuma gara-gara senggolan saat naik-turun penumpang di commuter line (saat bulan puasa).

Motifnya mungkin sama, sifat reaktif ini berasal dari sifat manusia yang terlalu mudah berkeluh kesah dan tergesa-gesa:

A. Mudah berkeluh kesah. Terkadang sifat manusia ini mengerdilkan jiwa dengan perlahan. Dikala orang lain menikmati hidup dengan mensyukuri kesehatan dan waktu, mereka menyempitkan hatinya dengan berkeluh kesah.

Serasa tidak ada yang sempurna dalam hidup. Serasa menjadi orang yang paling malang di dunia. Padahal kalo dipikir, kebahagiaan itu bukan datang dari hati yang sempit. Kebahagiaan datang dari hati yang lapang bila kita pandai mensyukuri hidup.

B. Selalu tergesa-gesa. Sifat manusia ini juga membuat hidup kurang nyaman. Ngga mau disiplin bikin emosi, ngga mau antri bikin emosi, maunya menang sendiri bikin emosi.

Pekerjaan yang dilakukan terburu-buru hasilnya juga kurang maksimal. Terburu-buru dalam berkendara bisa membahayakan dan berakibat kecelakaan.

Makanya banyak orang memberi nasehat: Sabar mas, sabar! Sifat sabar meminimalisir sifat tergesa-gesa. Membuat hidup lebih tenang. Setiap langkah kehidupan lebih lapang bila kita bersabar, dijalani dengan pasti dan penuh keyakinan.

Pribadi yang menyenangkan, mungkin itu yang terpikir di benak saya ketika setiap manusia bisa mengatasi sifat berkeluh kesah dan tergesa-gesa. Dimana sesama manusia bisa saling menghormati dan menghargai.

Hidup terasa lebih bermakna bila dijalani dengan hati lapang, bersabar dan senyuman. Bahkan senyuman ini bisa menular kepada orang lain. Hati yang lapang, bersabar dan senyuman memberikan efek positif pada jiwa kita sehingga dapat mengundang banyak kebahagiaan dalam hidup.

Ada yang mau menambahkan? Silahkan komen di kolom komentar 😀

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.