Mendefinisikan Kebahagiaan

Spread the love

 

“Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens.” (id wikipedia).

Good, saya sampai searching di wikipedia untuk mencari arti sebuah kebahagiaan. Dan saya menemukan lebih banyak jawaban saat saya melanjutkan hasil penelusuran. Ada yang mengatakan kebahagiaan itu adalah tujuan, kebahagiaan itu adalah keputusan, kebahagiaan itu adalah perjalanan.

Memang sulit untuk mendefiniskan kebahagian menjadi makna baku yang disetujui oleh semua orang. Setiap orang memiliki pendapat sendiri-sendiri untuk mendefinisikan arti kebahagiaan. Sesuai dengan hasil perenungan dan pengalaman dari masing-masing individu. Setiap orang mempunyai hak dan memiliki kebebasan untuk menentukan arti kebahagiaan.

Ada beberapa indikasi dari kebahagiaan, seperti senang, lega, gembira, tenang, bersemangat, tidak ada kekhawatiran, dan hal positif lainnya. Kebahagiaan itu kondisi hati. Mungkin dalam bayangan saya ada suatu hormon di dalam tubuh yang mempengaruhi diri kita sehingga menimbulkan perasaan-perasaan positif tersebut. Nampaknya hormon tersebut dihasilkan dari salah satu organ yang juga berada dalam tubuh kita. Pertanyaannya bagaimana agar ternjadi produksi “kebahagiaan” tersebut?

Terkadang muncul dengan tiba-tiba, beberapa orang menyebutnya dengan mood. Tapi menurut saya faktor dominan di stimulus oleh otak atau pikiran. Ya, pikiran dapat mengatur kebahagiaan. Mungkin dengan beberapa tahap perenungan, perubahan pola pikir. Maka kebahagiaan akan datang.

Bagaimana pola pikir yang menunjang kebahagiaan:

1. Menyadari bahwa kita adalah manusia

We are human, nobody perfect. Jangan menuntut terlalu perfect. Yang perlu ditanamkan adalah, menjadi manusia baik lebih utama dibanding menjadi manusia sempurna. Manusia akan lebih berbahagia bila berada dalam kebaikan. Berada dalam norma-norma yang berlaku. Mengamalkan ajaran agama untuk berbuat baik. Memiliki kebiasaan yang baik, dan memiliki karakter yang baik. Jauhilah sifat negatif, iri dengki, licik, mencuri, sering mengeluh, pesimisme. Banyak sekali sifat negatif yang menghambat kita untuk bahagia.

2. Melihat kembali apa yang kita punya

Banyak hal yang dapat kita syukuri, apapun itu. Tak ada orang yang malang total di dunia. Jangan pernah merasa malang bila kita tak mendapat yang kita inginkan, karena apa yang kita butuhkan sebenarnya sudah terpenuhi. Mungkin kita jarang mensyukuri nikmat yang kita terima. Mungkin kita jarang menghitung nikmat pemberian Tuhan. Bukankah hidup itu suatu nikmat? bukankah berpikir, merasa, dan kesehatan itu adalah suatu nikmat. Bukankah kesempatan berbuat baik dan menjadi lebih baik itu suatu nikmat. Karena jika berbicara tentang kemalangan, maka akan ada yang lebih malang dari kita. Maka bersyukurlah selagi kita bisa.

3. Hidup itu terbatas

Kita hidup dalam waktu yang terbatas. Rasa hidup terlalu singkat jika di isi dengan keluhan. Lebih baik hidup kita isi dengan hal yang lebih bermanfaat. Yang membuat kehidupan kita lebih bernilai dan bermakna. Mengapa kita tidak memulai untuk merencanakan hidup yang lebih baik. Mendesain hidup yang lebih baik, berkualitas, lebih hebat? Hidup adalah milik kita, maka kita yang tentukan. Belajarlah untuk memegang kendali dalam hidup. Belajarlah untuk merenungi kehidupan dan menemukan satu demi satu kebahagiaan. Buang jauh kecemasan dan kekhawatiran. Ingatlah teman, hidup itu singkat.

Percayakah Anda bahwa hidup ini adalah kompetisi? lihatlah disekitar Anda, selalu ada orang hebat, kaya, dan bahagia. Manusia dapat mendapatkan itu semua semudah meniru. Meniru, evaluasi dan jalankan. Namun pertama kali Anda harus menyingkirkan kendala mental, pola pikir negatif, dan sifat sering mengeluh.

Ya betul, menjadi bahagia itu semudah meniru. Tak peduli definisi kebahagiaan itu apa, yang penting kebahagiaan itu membuat Anda lebih senang, lega, gembira, tenang, bersemangat, tidak ada kekhawatiran. Lakukanlah hal-hal yang Anda sukai selama itu positif. Rencanakanlah hidup dan kebahagiaan Anda dari sekarang.

 



						

1 Comment


  1. memang betul
    saya setuju dengan tulisan ini
    kitalah yang menentukan apakah kita ingin bahagia atau tidak
    nasib setiap manusia memang berbeda
    dan kita harus mensyukuri apa yang telah kita miliki atau pernah kita miliki

    soal hidup adalah kompetisi, saya kira itu wajar, tetapi bukan berarti kita harus mengorbankan kebahagiaan hati hanya karena terlalu ingin unggul dalam setiap kompetisi kehidupan
    belajar pula untuk berbagi apa yang dimiliki dengan orang lain yang kekurangan. Itu akan membuat kita merasa cukup.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.