Mengapa Tidak Bisa Menikmati Hidup

Spread the love

 

Manusia lupa. Lupa untuk menikmati hidup. Orang menyebutnya seperti berada didalam lingkaran yang tak berujung, berangkat pagi, bekerja, pulang sore, makan, lelah, lalu tidur. Apakah menikmati hidup itu ada diakhir pekan? bisa jadi. walau terkadang akhir pekan menjadi ajang untuk sarana hiburan setelah stress lima hari bekerja.

Dan biasanya hiburan itu membutuhkan uang. Rasanya retail terapi memang menyenangkan. Minimal untuk sekedar makan diluaran. Bahkan baru keluar rumahpun sudah membutuhkan biaya trasportasi, isi bensin, etcetera. Jadi siklus lengkapnya begini: kerja keras cari uang dari senin sampai jumat, refreshing menghabiskan uang pada hari sabtu minggu.

Mengapa kita tidak bisa menikmati hidup? setidaknya berikut alasan-alasan yang sering saya temui:

1. Tuntutan diri sendiri.

Biasanya berupa materi. Orang lain sudah punya ini, kita belum. Orang lain sudah melakukan itu, kita belum. Terlalu khawatir dengan hari tua, ingin segera mapan dan punya aset banyak diumur 30 tahunan. Mem-push diri kita lebih-dan lebih. Merencanakan finansial itu bagus, tapi terlalu sering memikirkan dan mengkhawatirkannya, itu yang kurang bagus.

2. Hidup tanpa tujuan.

Orang bilang let it flow. terlalu ngeflow tanpa arah bisa menjadi lebih buruk. Sibuk banyak kerjaan bisa bikin orang stress, hidup sedikit kerjaan dan nyantai juga bisa bikin stress. Hal yang membuat saya tertegun adalah bahwa waktu berlalu dengan begitu cepat. Dari anak-anak tahu-tahu sudah remaja. Rasanya baru kemarin remaja tahunya udah dewasa, menikah. Dan tanpa sadar kita sudah semkin tua. Hal apa saja yang sudah kita lakukan?

3. Melupakan kebahagiaan kecil disekitar kita.

Apa yang ada tidak terasa nikmatnya, apa yang ada sering dirisaukan. Terlalu sedikit kita menyadari bahwa sehat adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa. Bisa makan enak. Masih bisa bertemu dengan keluarga. Masih punya waktu untuk membuat prestasi dalam hidup. Nikmatnya tidur ketika kita lelah. Masih bisa menghirup udara segar dipagi hari. Masih bisa bisa merasakan segarnya air disaat mandi. Semua dekat dengan diri kita. Kita sering lupa untuk menikmati “hidup” itu sendiri.

Hidup mungkin memang melelahkan. Banyak masalah yang harus dipikirkan dan dihadapi. Tetapi hidup juga terlalu singkat untuk di isi dengan berbagai kerisauan hati. Kabar baiknya hidup adalah milik kita, dan kitalah yang memegang kendali. Ada baiknya untuk menghitung kembali kebahagiaan-kebahagiaan kecil dalam hidup, mensyukuri apa-apa yang kita miliki. Menikmati dan memilih jalan hidup yang kita suka. Selamat berbahagia.



						

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.