Mengatasi burnout dalam bekerja

Mengatasi burnout dalam bekerja. Mungkin istilah burnout jarang kita dengar dalam keseharian. Beberapa kali saya membaca share artikel produktivitas, seringkali saya menemukan istilah burnout di blog. Terutama di blog luar negeri.

Burnout sendiri mengingatkan saya pada sebuah istilah di dunia otomotif. Dimana roda mobil berputar dengan kencang, namun dalam kondisi mobil diam/di rem sehingga keadaan tidak maju/stagnan. Kondisi roda berputar kencang tapi mobil tidak berjalan, mengakibatkan asap putih yang menandakan ban mobil mulai terbakar.

Kalo dalam dunia kerja bisa di analogikan kondisi kerja dimana tenaga terkuras terlalu banyak, namun serasa tidak ada progress dan kemajuan. Serasa berlari ditempat. Efeknya membuat pikiran mudah lelah dan mudah sekali stress.

Apakah ada yang salah dengan pekerjaannya? Atau kita bekerja kurang efektif? Atau memang beban pekerjaannya yang terlalu berat?

Setelah saya renungkan kembali, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan burnout dalam bekerja:

  1. Bisa jadi memang pekerjaan terlalu banyak. Dimana setiap pekerjaan membutuhkan waktu yang logis untuk menyelesaikannya. Hal ini membuat pikiran kita mudah lelah.

  2. Bisa jadi kita kurang memperhatikan prioritas. Mengerjakan hal yang mendesak memang menguras tenaga, membuat waktu selalu terasa kurang. Akhirnya kita tidak bisa mengerjakan hal prioritas terlebih dahulu.

  3. Bisa jadi kondisi badan kita kurang fit. Hal sepele yang mungkin kurang disadari. Kita lelah namun tidak merasa lelah. Bila diabaikan bisa membuat kondisi tubuh drop tiba-tiba sehingga jatuh sakit.

  4. Bisa jadi pekerjaan memang terlalu sulit. Mungkin ada baiknya kita meminta bantuan rekan kerja bila beban kerja dirasa terlalu berat. Mungkin yang kita kerjakan membutuhkan teamwork untuk menyelesaikannya. Mungkin kita butuh pendelegasian pekerjaan.

  5. Bisa jadi kita kurang memperhatikan evaluasi progress. Progress dimonitor agar kita selalu sadar dimana posisi kita, sampai mana progress kita, dan apa targetan kita selanjutnya.

Mengatur pekerjaan yang banyak memang membutuhkan skill dan keahlian tersendiri. Ada kondisi dimana situasi terasa menghimpit dan segala sesuatu membutuhkan penyelesaian segera. Membuat kita serasa tidak memiliki waktu lagi. Apa yang harus kita lakukan dalam kondisi seperti ini?

  1. Tarik nafas panjang. Terkadang kondisi jiwa yang tegang membuat kita tidak bisa rileks. Menarik nafas panjang membantu kondisi tubuh kita untuk lebih rileks. Sehingga kita bisa berpikir lebih tenang dan jernih dari sebelumnya.

  2. Lakukan hal kecil yang menyenangkan. Temukan sebuah kebahagiaan kecil dibalik secangkir kopi, membaca majalah, menonton tv, ataupun mandi air hangat. Lakukan hal tidak biasa diluar rutinitas yang membelenggu.

  3. Ambil secarik kertas, dan identifikasikan semua permasalahan. Kita membutuhkan suatu peta. Peta permasalahan yang harus kita selesaikan satu persatu. Dengan identifikasi tersebut kita bisa membuat prioritas kembali dari awal. Alokasikan setiap pekerjaan sesuai dengan waktu yang logis.

  4. Lakukan pekerjaan satu persatu. Lakukan secara perlahan namun pasti. Mulailah berpikir tentang cara efisien untuk menyelesaikan pekerjaan. Dimana bisa menghemat tenaga dan waktu.

  5. Rayakan setiap pencapaian dengan hal yang kita senangi. Baik itu mengerjakan hobi, makan makanan favorit yang kita senangi, atau jalan-jalan ke suatu tempat untuk refreshing.

Menjaga kondisi pikiran agar selalu berada pada kondisi bahagia, akan banyak membantu kita untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dan permasalahan. Karena mungkin permasalahan tidak pernah habis selama kita hidup. Maka rangkailah kebahagiaan hidup dengan mengumpulkan kebahagiaan-kebahagiaan kecil dalam keseharian kita.

Demikian tips mudah mengatasiĀ burnout dalam bekerja. Ada yang mau menambahkan? Silahkan komen di kolom komentar šŸ˜€

One Response

  1. Iskandar November 29, 2015

Leave a Reply