Sedia payung sebelum hujan

Spread the love

 

Sedia payung sebelum hujan. Mungkin ini peribahasa klasik yang sudah seringkali kita dengar. Bahkan, di musim hujan seperti sekarang itu, istilah tersebut bukan lagi hanya sekedar peribahasa. Kondisi saya yang tidak membawa payung terkadang menghambat saya pulang kerja.

Di dalam kehidupan nyata, sedia payung sebelum hujan akan terasa sekali di saat saya menyelesaikan pekerjaan. Baik itu pekerjaan kantor maupun pekerjaan rumah. Misalnya seperti, selesaikan pekerjaan proyek sebelum ditagih, atau segera perbaiki atap bocor sebelum hujan turun lebih lebat lagi.

Kalau dalam dunia eksekutif, mungkin ini ada hubungannya dengan penyelesaian kuadran dua. Saya memang tidak terlalu ahli di dalam hal kuadran waktu, tapi kurang lebih pesan moralnya seperti ini: lakukan pekerjaan penting yang masih belum mendesak sekarang, sebelum datang waktu deadline yang membuat kita terdesak dan terburu-buru saat mengerjakannya.

Dan ternyata, walaupun sudah paham aturan ini masih saja saya terdesak oleh waktu, bukan karena saya langgar aturan itu, tapi karena saya lupa mengerjakannya. Memang lemah ingatan manusia itu, terkadang kesalahan bukan karena tidak tahu, tapi karena lupa.

Berikut tips menyelesaikan sesuatu tanpa terburu buru

  1. Sediakan organizer atau buku agenda. Ingatan manusia memang lemah, maka perkuatlah dengan menuliskannya. Susun semua rencana beserta prioritas di buku agenda yang mudah dibawa. Bisa juga dengan menggunakan aplikasi di smartphone. Tujuannya untuk mengingatkan kita agar tidak lupa.
  2. Laksanakan yang sudah anda rencanakan. Disini point pentingnya. Kegagalan suatu rencana biasanya karena malas atau menunda untuk melaksanakannya. Semakin ditunda, semakin tinggi tingkat malasnya, hingga akhirnya seluruh energi kita keluar pada saat deadline tiba.
  3. Jangan lupa untuk melihat agenda. Menuliskan seluruh rencana akan menjadi tidak berguna sama sekali kalau kita lupa melihat agenda. Bisa jadi semua rencana yang kita buat banyak yang tidak terlaksana. Mungkin bukan karena malas, tapi karena lupa. Mungkin tingkat lupa kita sudah terlalu tinggi sehingga kita butuh agenda. Tapi jangan sampai lihat agenda juga lupa.

Kembali ke masalah sedia payung sebelum hujan. Sebenarnya segala sesuatu akan lebih mudah bila direncanakan dengan baik. Dilakukan diwaktu yang tepat. Tidak terburu-buru dan teliti dalam mengerjakannya.

Sudah saatnya kita meminimalisir sifat terburu-buru dalam hidup. Hidup penuh perhitungan, ada tujuan, dan ada pencapaian-pencapaian dalam hidup. Terkadang orang yang tidak bisa menikmati hidup adalah orang yang selalu terburu-buru. Terburu-buru karena malas, dan terburu-buru karena seringnya menunda.

Ada yang mau menambahkan? Silahkan komen di kolom komentar 😀

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.