Seni komunikasi verbal yang efektif

Spread the love

komunikasi-verbal

Pernahkah Anda bertemu dengan orang (yang mungkin) anda anggap sangat menyebalkan. Di ajak komunikasi kurang enak, lebih banyak vakum, dont know what to say. Sehingga membuat anda malas untuk berurusan dengan orang tersebut dan selalu mencari cara untuk menghindar.

Tipe orang seperti ini banyak kita temui, atau bahkan bisa jadi orang itu adalah diri kita tanpa kita sadari. “Tanpa kita sadari”, itu yang lebih berbahaya, dimana orang lain selalu berusaha menghindar, namun tetap saja Anda kurang peka.

Jujur saja, seni menghadapi orang itu adalah sesuatu yang tidak mudah. Saya tidak mengatakan sulit, tetapi ada ilmu yang harus dipelajari terlebih dahulu. Setiap manusia itu unik, memiliki karakter sendiri-sendiri. Terkadang saya untuk menghadapi orang dengan karakter yang berbeda, membutuhkan sikap penanganan yang berbeda juga.

Tulisan saya di sini bukan karena saya ahli dalam psikologi hubungan antar manusia, tapi lebih mengarah kepada hasil pengamatan saya terhadap dimensi sosial (dalam hal ini orang-orang disekitar saya) lengkap dengan sifat-sifat manusia yang berbeda-beda.

Saya adalah seorang engineer. Mungkin dalam benak saya engineer itu salah satu profesi dengan posisi yang penting kerjakan hal teknis, jangan banyak bicara, yang penting pekerjaan selesai.

Namun ternyata saya salah besar. Bekerja itu bukan sekedar melakukan hal-hal teknis. Namun aspek hubungan antar manusia menjadi konsen saya sekarang. Kenapa? Karena terkadang pekerjaan itu cepat selesai bukan hanya karena kita pandai mengerjakannya, tapi juga karena aspek komunikasi dan teamwork yang baik.

Setiap manusia butuh komunikasi

Benarkah? Saya rasa benar. Ada satu kebutuhan mendasar manusia yaitu komunikasi. Komunikasi yang membuat emosi manusia menjadi seimbang. Bukan berarti setiap orang harus menjadi ahli dalam hal komunikasi, tapi setidaknya setiap orang dapat memahami dasar-dasar komunikasi yang baik. Sehingga tercipta hubungan yang nyaman, dengan siapapun baik itu dengan teman kerja, pasangan, ataupun keluarga.

Komunikasi itu mudah

Pada dasarnya memang mudah. Namun pernahkah anda mengalami situasi dimana Anda merasa kesulitan untuk memulai pembicaraan dengan orang di sebelah anda? Anggap saja anda sedang berada dalam perjalanan di pesawat Anda.

Mungkin tidak semua orang tertarik untuk memulai pembicaraan dengan teman sebelah di pesawat. Karena mungkin mengganggap urgensinya tidak ada. Tapi untuk saya pribadi, hal ini mulai terasa penting. Untuk apa? Untuk melatih sense feeling sosial kita. Untuk lebih peka terhadap lingkungan. Dan percaya atau tidak, suatu saat akan sangat berguna untuk kita.

Suatu saat kita akan memerlukan bantuan orang-orang disekitar kita, terutama teman-teman atau rekan kerja. Seberapa dekat Anda dengan banyak orang, akan semakin mudah Anda mendapatkan bantuan yang mungkin agak sulit tanpa adanya kedekatan tertentu.

Komunikasi efektif itu bisa dipelajari

Komunikasi efektif memudahkan kita untuk bisa lebih dekat secara personal dengan orang lain. Memudahkan kita untuk dapat membangun teamwork dengan rekan kerja, dengan mudah bernegosiasi dengan orang lain. Mempelajari komunikasi yang efektif bisa dipelajari bahkan oleh orang yang merasa tidak pandai berkomunikasi.

Mempelajari komunikasi efektif itu seperti memiliki silabus sendiri untuk menentukan sikap dan menentukan apa yang harus dikatakan selanjutnya. Mungkin terdengar agak kaku, namun dengan adanya pembiasaan, akan membuat anda lebih fleksibel dan mudah berimprovisasi sesuai dengan kondisi yang lebih spesifik.

Banyak hal bermanfaat saat kita dapat menguasai komunikasi efektif:

  • Memiliki banyak teman
  • Mudah mendapat pasangan
  • Mudah bernegosiasi dengan orang lain
  • Disukai oleh rekan kerja dan atasan
  • Mudah mengatasi persoalan sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.