Think Slowly, Act Fast

 

Bagi saya, manghadapi problema di dalam kehidupan merupakan sebuah skill. Skill yang membutuhkan komposisi antara pemahaman lingkungan, proses berpikir, metode brainstorming, dan sikap dalam menghadapi masalah atau problema.

Mungkin terlalu rumit untuk memahami semua hal diatas sekaligus. Contoh simpelnya adalah, sebuah masalah simpel akan menjadi rumit bila dihadapi dengan proses berpikir yang rumit, mudah panik dalam menghadapi masalah, dan belum terbiasa brainstorming di saat keadaan terjepit.

Namun banyak juga masalah rumit yang dapat terselesaikan dengan mudah, karena dipikirkan dengan hati-hati, dengan tenang, dan kemampuan brainstorming di kala keadaan terjepit.

Mengapa saya terlalu sering menggunakan kata-kata brainstorming dan berpikir? Karena dari situ alternatif solusi muncul. Semakin banyak alternatif, maka probabilitas pemecahan masalah akan semakin tinggi.

Kembali ke judul pembahasan kali ini, think slowly & act fast, merupakan sebuah tips mujarab yang dapat diterapkan saat menghadapi masalah.

Ini kondisi kita saat menghadapi masalah:

> Detak jantung meningkat

> Nafsu makan berkurang

> Tidak bisa tidur

> Emosi meningkat

> Tidak bisa berpikir

> Masalah selalu berputar-putar di kepala

> No solution!

Dengan melihat siklus di atas, seharusnya kita bisa mengambil jalan keluar dengan pengkondisian terbalik. Apa itu pengkodisian terbalik?

Pengkondisian terbalik adalah suatu teknik atau cara step-by-step untuk menseting sikap kita dari beberapa kondisi diatas.

> Ketika detak jantung meningkat, cobalah untuk rileks. Tarik nafas panjang dan ambil posisi nyaman. Skill bersikap tenang di saat genting memang butuh pembiasaan.

> Nafsu makan berkurang > membuat kondisi drop, menghambat proses berpikir dengan kondisi seperti ini. Kadang memaksakan makan dikala tidak selera memang perlu.

> Tidak bisa tidur. Yang artinya pikiran makin terbebani karena kurang istirahat. Solusinya justru kita butuh banyak istirahat untuk dapat memecahkan masalah. Tidur adalah metode refresh otak di saat pikiran kita lelah berpikir. Otak yang fresh akan mudah menemukan ide-ide baru untuk memecahkan masalah.

> Emosi meningkat. Belajarlah untuk menjauhi hal-hal yang memancing emosi. Emosi tidak akan memecahkan masalah, tapi hanya akan menambah masalah.

> Tidak bisa berpikir. Disinilah inti utamanya. Think slowly disaat otak kita sudah fresh, cukup makan, cukup istirahat, dan mulai untuk brainstorming solusi satu demi satu. Untuk mencari solusi terbaik. Mungkin seringkali kita kita mendengar istilah, masalah akan mudah terpecahkan dengan pikiran yang jernih.

> Masalah berputar-putar dikepala. Ingat prinsip bahwa, kita perlu banyak memikirkan solusi, bukan memikirkan masalah. Dikala masalah terus terngiang di kepala, tanpa ada solusi, itu artinya kita butuh istirahat, take a break, have some fun from a little think in your life.

> Ketika kita sudah menemukan satu solusi terbaik, maka waktunya untuk act fast. Kita perlu tindakan yang nyata untuk keluar dari masalah. Walaupun masih ada sedikit keraguan dari solusi yang kita ambil, tapi setidaknya kita selangkah lebih maju karena kita bertindak.

Kabar baiknya adalah, selalu ada solusi dari setiap masalah, selalu ada kemudahan diantara kesempitan. Kita mungkin perlu mengeksplorasi celah kemudahan itu untuk melawan kesulitan. Jadilah pribadi tegar yang terbiasa survive dalam menghadapi kesulitan seperti apapun.

Ada yang mau menambahkan? Silahkan komen di kolom komentar 😀

Leave a Reply