Tips mengatasi phobia

Tiap tiap manusia mempunyai ketakutan ketakutan nya sendiri. Ketakutan setiap orang itu berbeda-beda, tergantung persepsi  dan pengalamannya. Adakalanya persepsi seseorang terhadap sesuatu yang asing baginya, itu membuat orang tersebut termotivasi untuk mengetahui dan mempelajarinya. Sementara sebagian orang akan tetap dalam persepsinya bahwa sesuatu itu akan tetap asing baginya sehingga  membiarkan dirinya tetap dalam persepsi  tersebut dan takut untuk mengetahui dan mengalaminya.

Sedangkan untuk sebagian orang juga punya pengalaman yang mengkondisikan dirinya harus berada pada situasi yang asing baginya. Namun dengan bekal  adaptasi untuk menerima lingkungan dan keadaan yang baru tersebut, ia menjadi mulai terbiasa dan berhasil mengalahkan ketakutannya. Ada banyak kasus ketika seseorang memenjarakan ketakutannya dengan pembiaran akan persepsinya bahwa sesuatu itu perlu ditakuti, atau tidak berusaha mengenali objek yang ditakutinya tersebut sehingga ia tetap berada dalam ketakutannya.

Bayangkan bahwa anda diminta berada pada suatu tempat dan dikatakan bahwa ditempat tersebut anda akan bertemu dengan orang orang hebat dari semua penjuru dunia, dengan keahliannya masing masing, dan anda diminta untuk maju memimpin orang-orang tersebut untuk suatu tujuan.

Mari kita lihat contoh dua orang berikut, yang akan merespon situasi dengan persepsi yang berbeda;

Si A, dia merasa bahwa tempat tersebut asing baginya, dan orang-orang yang hadir disana pun tidak ada satupun yang dikenalnya sehingga hinggap perasaan bahwa ia tak akan mampu menghadapi orang-orang terkemuka itu.

Si B, dia tahu bahwa dirinya akan bertemu orang-orang asing yang tidak pernah dikenalnya, dan ia tidak pernah ketempat itu sebelumnya. Namun yang ia ketahui  adalah ia akan menemui orang-orang hebat dibidangnya, dan ia dipercaya memimpin orang-orang tersebut. Ia menemukan kesempatan bahwa nanti, ia akan terbantu untuk memimpin mereka dengan banyaknya bantuan para ahli yang akan sangat berguna mencapai tujuannya. Bayangkan!!!

Dari sudut pandang A, kita temukan ketakutan-ketakutan yang berasal dari persepsi yang terpatri dalam pikirannya, bahwa tidak ada celah sedikitpun, ia nyaris terkurung dalam pikirannya sendiri mengenai lingkungan diluar dirinya, yang terlihat begitu jauh dari jangkauannya. Ia merasa kecil diantara para ahli dari penjuru dunia.  Ia merasa tidak punya tempat buat dirinya diantara orang-orang lain. Padahal, ia sendirilah yang tidak memberi tempat bagi orang lain yang bisa memberikan dukungan dan bantuan untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Sementara, si B, ia dengan yakin dan percaya bahwa ada peluang, dimana ia bisa terbantu mencapai tujuan-tujuannya dengan bantuan orang-orang hebat disekelilingnya. Ini lah yang disebut mengatasi ketakutan dengan berfokus pencapaian hasil.

Berikutnya, menghindari phobia adalah dengan mengenal resiko terhadap sesuatu yang ditakuti.  Jika mengenal resiko secara baik tetapi tidak mengantisipasinya, itu akan memperparah phobia dan paranoidnya. Dengan mengenal resiko ini, maka ia bisa mencari tahu bagaimana meminimalisir resiko tersebut.  Seseorang yang mengetahui suatu resiko dan telah mempersiapkan suatu metode untuk mengantisipasinya, akan cenderung lebih percaya diri dibandingkan dengan orang yang tidak mengenal resiko tersebut sama sekali. Kepercayaan diri ini lah yang nantinya akan mengarahkan seseorang kepada pencapaian tujuannya.

Berikutnya mengatasi ketakutan dengan konsisten menantang dan menghadapinya. Ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak biasa dalam keseharian kita, biasanya kita cenderung untuk berpikir dan mempersiapkannya secara matang. Namun bagaimana jika tidak ada waktu untuk berpikir panjang dan segala persiapan tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat? Jawabannya adalah ceburkan diri anda. Jika telah anda alami sendiri, kemudian anda mencoba meraba situasi baru tersebut, dan eksekusi ditempat, anda akan – mau tak mau – perlahan menyesuaikan diri dan mengamati respon dari sekitar dan akhirnya anda akan menyadari, bahwa tiada lagi yang anda takuti. Pengalaman telah memberikan anda suatu pembelajaran yang singkat untuk diri anda. Dan jika anda konsisten dengan itu, maka anda akan terbiasa.

Kita perhatikan disekitar kita begitu banyak alasan orang-orang untuk tidak melakukan suatu tindakan, meskipun mereka tahu itu adalah jalan keberhasilannya, namun amat disayangkan gemilangnya keberhasilan itu dipupuskan oleh phobia dan paranoia yang seharusnya bisa kita kendalikan dari dalam diri kita.

Photos copyright freedigitalphotos.net, David Castillo

Leave a Reply