3 Waktu yang tepat beli handphone baru

Spread the love
Waktu yang tepat beli handphone baru
3 Waktu yang tepat beli handphone baru

Saat ini handphone seakan sudah menjadi kebutuhan primer. Komunikasi menjadi kebutuhan mendasar yang menghubungkan orang yang terpisahkan oleh jarak. Bukan hanya itu, handphone juga sudah menjadi sarana hiburan multi media, dan sumber informasi melalui internet.

Setiap vendor handphone selalu menggelontorkan model dan teknologi terbarunya. Saling berlomba menarik hati konsumen dengan mengedepankan teknologi, gengsi atau dari segi harga. Setiap orang mempunyai parameter sendiri-sendiri, kapan waktu yang tepat untuk membeli atau mengganti dengan  handphone baru.

Ada yang menggandrungi merk tertentu, sehingga bila ada model terbaru maka akan langsung di beli. Atau ada juga yang memakai handphone dalam hitingan tahun bahkan sampai rusak sendiri. Tergantung dengan selera masing-masing.

Idealnya, handphone sudah waktunya untuk diganti bila dirasa sudah tidak perform. Berikut 3 indikasi seharusnya Anda beli handphone baru:

  1. Kinerja lambat. Buka aplikasi ini itu terasa sangat lambat. Berbeda dengan waktu pas pertama beli baru. Bahkan setelah di format ulang masih terasa lambat. Komponen handphone terutama yang berhubungan dengan memori, memiliki life time tertentu. Bila masa lifetime sudah mau habis, maka kinerja akan menurun drastis. Ditambah lagi dengan aplikasi yang selalu ada update. Update aplikasi seharusnya juga diikuti dengan upgrade hardware.
  2. Sering mampir service center. Kalo Anda punya handphone yang hobi masuk service center, lebih baik lupakan. Ada baiknya mencari alternatif handphone lain. Bisa jadi handphone yang sering masuk service center memiliki penyakit akut yang sulit di obati, apalagi jika spare partnya susah dicari. Jangan sampai komunikasi Anda terganggu pada saat dibutuhkan.
  3. Baterai cepat habis. Baterai cepat habis bisa karena dua faktor, pertama karena baterai sudah aus dan perlu diganti. Kedua handphonenya yang sudah aus sehingga mengkonsumsi daya baterai berlebihan. Akibatnya baterai tetap saja cepat habis walaupun sudah ganti baterai baru. Ini pertanda sudah waktunya Anda membeli handphone baru.

Saat yang paling menyenangkan adalah saat memilih handphone baru yang akan dibeli. Semua referensi dan testimoni dibaca. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari segi kualitas, harga, dan performa.

Bagi saya pribadi, performa handphone mulai terasa berkurang di tahun ketiga. Idealnya ganti handphone  bisa dilakukan diantara tahun kedua dan ketiga. Bagaimana menurut Anda?

Ada yang mau menambahkan? Silahkan komen di kolom komentar 😀

4 Comments


  1. Handphone emang udah jadi kebutuhan primer saat ini, bahkan ada nama penyakitnya yakni nomophobia untuk ngegambarin betapa orang-orang udah sangat ketergantungan sama handphone, khususnya smartphone haha.

    Tiga indikasi yang diungkapin di atas bener tuh, terutama yang “sering mampir service center”. Wah, kalo urusannya udah begitu, kayaknya emang mendingan ganti handphone baru, soalnya dijamin bakal banyak ngeluarin duit kalo sering bolak-balik service center. Mending pilih-pilih HP baru, dan sensasi milih handphone baru itu asyik banget, ngga ada yang ngalahin 😀 cari referensi sana-sini, liat testimoni user lain, nyobain di counter-nya langsung, sampe akhirnya kebeli *pengalaman beberapa kali ganti HP*

    Kalo boleh nambahin, indikasi seharusnya beli HP baru adalah “kalo handphone-nya hilang dan tidak diketahui keberedaannya” udah pasti mesti ganti yang baru itu 😀

    Reply

  2. Iya, betul banget. Masuk tahun 2 ke 3 kinerja memang mulai lambat. Tapi itu berlaku untuk smartphone. Kalau HP macam 3315 atau 110 awet banget! hehehe

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.